Di tengah gegap gempita perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, PWI Pusat bakal menerima hadiah istimewa dari Blora. Bukan plakat atau piagam, melainkan dua patung torso bernilai sejarah dan spirit kebudayaan: sosok pelopor pers nasional Tirto Adhi Soerjo dan tokoh perlawanan kultural Samin Surosentiko.
Kedua patung karya pematung lokal Blora, Witono, itu akan dihadiahkan langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman kepada PWI Pusat. Penyerahan dijadwalkan berlangsung pada Dialog Kebudayaan bersama Menteri Kebudayaan, di Hotel Horison UPI Serang, Minggu (8/2/2026) sore.
Ketua PWI Blora Heri Purnomo menjelaskan, pemberian patung tersebut merupakan ungkapan terima kasih atas Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 yang diterima Bupati Blora. “Ini bentuk penghormatan kami. Harapannya, patung ini bisa menjadi sumber spirit di Kantor PWI Pusat,” ujarnya.
Heri menuturkan, dua tokoh asal Blora itu menyimpan nilai yang relevan bagi dunia pers. Dari Samin Surosentiko, ada pelajaran tentang kejujuran, kesantunan bertutur, dan saling menghormati. Sementara dari Tirto Adhi Soerjo, wartawan bisa belajar bahwa jurnalisme bukan sekadar melaporkan peristiwa, tetapi juga mengedukasi dan menggerakkan kesadaran publik.
Patung-patung tersebut terbuat dari gembol atau bonggol akar kayu jati khas Blora. Dari sudut pandang seni rupa, karya ini menuai pujian. Pengamat seni rupa Indonesia Agus Dermawan T, yang juga Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, mengaku terpesona meski baru melihat fotonya.
“Pahatan wajahnya kena dan berkarakter. Sikap intelektual dan kekuatan tokohnya terasa,” kata Agus.

Menurutnya, sisa bonggol kayu tua yang dipertahankan justru menjadi simbol sejarah panjang sebuah zaman.
Agus bahkan melontarkan gagasan agar PWI Pusat kelak memiliki ruang khusus—semacam museum kecil—yang menyimpan karya atau penanda budaya dari para penerima Anugerah Kebudayaan. “Patung ini apik. Layak ditilik ramai-ramai,” tandasnya (*)





