Ragamjatim.com – Memelihara ikan hias murah sering dianggap mudah. Padahal, banyak ikan hias mati bukan karena harganya murah, melainkan karena kesalahan perawatan. Dengan cara yang tepat, ikan hias seperti guppy, molly, platy, neon tetra, hingga rasbora bisa hidup sehat dan berumur panjang.
Artikel ini membahas cara merawat ikan hias murah agar tidak mudah mati, mulai dari kualitas air, pakan, hingga kesalahan umum yang sering dilakukan pemula.
1. Gunakan Air Akuarium yang Sudah Siap
Kesalahan paling sering adalah langsung memasukkan ikan ke air baru dari keran.
Yang harus dilakukan:
- Gunakan air yang sudah diendapkan 12–24 jam
- Atau gunakan anti klorin
- Suhu air ideal: 24–28°C
- Air yang belum siap bisa membuat ikan stres, berenang tidak normal, bahkan mati mendadak.
2. Jangan Terlalu Banyak Ikan dalam Satu Akuarium
Ikan hias murah umumnya berukuran kecil, tapi tetap butuh ruang.
Patokan sederhana:
- Akuarium kecil (20–30 cm): 5–7 ikan kecil
- Akuarium sedang (40–60 cm): 10–20 ikan kecil
Terlalu banyak ikan membuat:
- oksigen cepat habis
- air cepat kotor
- ikan mudah sakit
3. Gunakan Filter dan Aerator
Filter dan aerator adalah “paru-paru” akuarium.
Fungsi filter:
- Menyaring kotoran
- Menjaga air tetap jernih
- Menekan pertumbuhan bakteri jahat
Fungsi aerator:
- Menambah oksigen
- Membuat ikan lebih aktif
- Ikan seperti neon tetra, zebra danio, dan rasbora sangat terbantu dengan sirkulasi air yang baik.
4. Jangan Memberi Pakan Berlebihan
Banyak ikan mati bukan karena lapar, tapi kekenyangan.
Aturan emas memberi pakan:
- 2 kali sehari
- Habis dalam 1–2 menit
- Lebih baik kurang daripada berlebihan
Sisa pakan yang menumpuk akan:
- merusak kualitas air
- memicu jamur dan bakteri
- membuat ikan sakit
5. Ganti Air Secara Rutin, Jangan Sekaligus
Kesalahan fatal pemula adalah mengganti air 100% sekaligus.
Cara yang benar:
- Ganti 20–30% air setiap 5–7 hari
- Gunakan air dengan suhu yang sama
- Jangan menguras total kecuali darurat
- Pergantian air bertahap menjaga ikan tidak stres.
6. Pilih Pakan Sesuai Jenis Ikan
Ikan hias murah punya kebutuhan berbeda.
Contoh:
- Guppy, molly, platy: pelet kecil, kutu air
- Neon tetra, rasbora: pelet mikro
- Corydoras: pakan tenggelam (sinking food)
Pakan yang sesuai membuat warna ikan lebih cerah dan daya tahan tubuh meningkat.
7. Perhatikan Tanda Ikan Stres atau Sakit
Segera bertindak jika ikan menunjukkan gejala berikut:
- Diam di sudut akuarium
- Nafsu makan turun
- Warna memudar
- Sirip menguncup
Langkah awal:
- Cek kualitas air
- Kurangi pakan
- Ganti air sebagian
- Pisahkan ikan sakit jika perlu
Deteksi dini bisa menyelamatkan ikan lain.
8. Hindari Mencampur Ikan Agresif
Tidak semua ikan cocok digabung.
Aman digabung:
- Guppy
- Molly
- Platy
- Neon tetra
- Rasbora
Perlu hati-hati:
- Ikan agresif
- Ikan berukuran jauh lebih besar
Mencampur ikan yang tidak cocok bisa menyebabkan stres berkepanjangan.
9. Jaga Kebersihan Akuarium dan Aksesorinya
Lumutan berlebihan dan kotoran menumpuk bisa jadi sumber penyakit.
Tips:
- Bersihkan kaca akuarium secara berkala
- Jangan terlalu banyak dekorasi
- Cuci filter (tanpa sabun) setiap 2–3 minggu
- Akuarium bersih = ikan lebih sehat.
10. Biarkan Ikan Beradaptasi (Aklimatisasi)
Saat membeli ikan baru, jangan langsung dilepas.
Cara aman:
- Masukkan plastik ikan ke akuarium
- Diamkan 15–20 menit
- Campurkan sedikit air akuarium ke plastik
- Baru lepaskan ikan
Langkah ini mencegah ikan stres akibat perubahan suhu dan air.
Penutup
Merawat ikan hias murah agar sehat dan tidak mudah mati sebenarnya tidak sulit. Kuncinya ada pada:
- kualitas air
- pakan yang tepat
- kepadatan ikan
- perawatan rutin
Dengan perawatan yang benar, ikan seperti guppy, molly, neon tetra, hingga rasbora bisa hidup lama dan mempercantik sudut akuarium rumah.(*)





