Pasuruan, Ragamjatim.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Ruang Vaksinasi Internasional Rumah Sakit Islam (RSI) Masyithoh Bangil, Kabupaten Pasuruan, Minggu (4/1/2026). Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam penguatan layanan kesehatan sekaligus penguatan peran lembaga kesehatan berbasis umat.
Peresmian Ditandai Penandatanganan Prasasti
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Khofifah yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dr. Erwin Astha Triyono, Direktur RSI Masyithoh Bangil dr. Handayanto, Ketua Muslimat NU Bangil Anisah Syakur, serta Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKM NU) Bangil Asfihani.
Momentum ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Muslimat NU dalam memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.
Dirangkai Harlah ke-61 dan Peringatan Isra Mi’raj
Peresmian Ruang Vaksinasi Internasional RSI Masyithoh Bangil dirangkai dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) RSI Masyithoh Bangil ke-61 serta peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.
RSI Masyithoh Bangil merupakan rumah sakit yang didirikan oleh Muslimat NU melalui YKM NU Bangil pada 1989 dan hingga kini konsisten memberikan pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan keluarga.
Khofifah Bangga Kiprah Muslimat NU di Bidang Kesehatan
Gubernur Khofifah yang juga Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU menyampaikan rasa bangganya atas kiprah panjang Muslimat NU dalam bidang kesehatan, terutama pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga.
“Alhamdulillah, syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Hari ini adalah Harlah ke-61 RSI Masyithoh Bangil di bawah koordinasi YKM NU. Perjuangan Muslimat NU di bidang kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi, itu luar biasa,” ujar Khofifah.
Jejak Sejarah Nyai Solichah Wahid dan YKM NU
Menurut Khofifah, capaian RSI Masyithoh Bangil tidak lepas dari peran para pendiri YKM NU, di antaranya Nyai Solichah Wahid, bunda Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta Solihah Saifuddin Zuhri, istri tokoh nasional KH Saifuddin Zuhri.
Khofifah mengisahkan, Nyai Solichah Wahid sejak awal telah menanamkan visi kuat tentang pentingnya ketahanan keluarga dan layanan kesehatan ibu dan anak.
“Bu Nyai Solichah Wahid itu selalu berpesan, jaga keluargamu. Bahkan pada Kongres Muslimat NU tahun 1953, beliau mendorong cabang-cabang Muslimat NU mendirikan Klinik Ibu dan Anak atau BKIA,” terangnya.
“Dari BKIA berkembang menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak, hingga akhirnya menjadi RSI seperti sekarang,” lanjut Khofifah.
Konsep Keluarga Maslahah Jadi Fondasi Pelayanan
Gubernur Khofifah juga mengenang amanat Nyai Solichah Wahid agar mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera saat dirinya masih menjadi anggota DPR RI.
“Beliau selalu berpesan agar UU ini disosialisasikan untuk membangun keluarga yang sejahtera dan maslahah. Dalam maslahah itu ada sakinah, mawadah, dan warahmah. Konsep Keluarga Maslahah PBNU sejatinya lahir dari Muslimat NU,” ungkapnya.
Dalam konsep tersebut terdapat nilai co-parenting dan musyawarah dalam keluarga, sehingga tercipta relasi suami-istri yang saling menguatkan sesuai tuntunan Al-Qur’an.
Harapan Terus Memberi Manfaat bagi Masyarakat
Gubernur Khofifah berharap RSI Masyithoh Bangil terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan Allah SWT menganugerahkan putra-putri yang soleh dan solehah, penuh manfaat dan barokah. Semoga RSI Masyithoh Bangil terus memberikan layanan terbaik dan kemanfaatan bagi masyarakat. Terus sukses, semoga seluruh tim tetap solid,” pungkasnya. (*)