Ragamjatim.com – Gereja Santo Fransiskus Asisi Berastagi merupakan salah satu ikon wisata religi paling terkenal di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Bangunan gereja ini tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Katolik, tetapi juga menarik perhatian wisatawan karena arsitekturnya yang unik dan berbeda dari gereja pada umumnya.
Berlokasi di kawasan sejuk Berastagi, gereja ini sering menjadi destinasi singgah wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati suasana tenang sekaligus mengagumi perpaduan budaya lokal dan nilai religius.
Sejarah Gereja Santo Fransiskus Asisi Berastagi
Gereja Santo Fransiskus Asisi dibangun sebagai bagian dari perkembangan komunitas Katolik di wilayah Tanah Karo. Nama Santo Fransiskus Asisi sendiri diambil dari tokoh gereja Katolik yang dikenal akan kesederhanaan, cinta damai, dan kepeduliannya terhadap alam.
Sejak berdiri, gereja ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol kerukunan antarumat beragama di Berastagi yang dikenal sebagai daerah multikultural.
Arsitektur Unik Bernuansa Budaya Karo
Daya tarik utama Gereja Santo Fransiskus Asisi Berastagi terletak pada desain bangunannya. Gereja ini memiliki bentuk menyerupai pagoda dengan atap bertingkat, yang sekilas lebih mirip bangunan khas Asia Timur dibandingkan gereja Eropa.
Namun, jika diperhatikan lebih dekat, unsur budaya Karo sangat kental terlihat pada detail ornamen dan struktur bangunannya. Perpaduan arsitektur modern, budaya lokal, dan simbol keagamaan inilah yang membuat gereja ini begitu ikonik dan fotogenik.
Tak heran jika banyak wisatawan menjadikan gereja ini sebagai latar foto saat berkunjung ke Berastagi.
Lokasi Strategis dan Mudah Diakses
Gereja Santo Fransiskus Asisi terletak di Jalan Gundaling, Berastagi, Kabupaten Karo. Lokasinya sangat strategis karena berada di jalur wisata utama dan tidak jauh dari berbagai destinasi populer lainnya seperti Gundaling, Pasar Buah Berastagi, dan Bukit Kubu.
Akses menuju gereja ini cukup mudah, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Area sekitar gereja juga tertata rapi dan nyaman untuk dikunjungi.
Wisata Religi dan Toleransi Beragama
Selain sebagai tempat ibadah, Gereja Santo Fransiskus Asisi Berastagi juga menjadi simbol toleransi beragama. Wisatawan dari berbagai latar belakang bebas berkunjung selama tetap menjaga sikap sopan dan menghormati kegiatan ibadah yang berlangsung.
Suasana yang tenang, udara sejuk khas pegunungan, serta lingkungan yang bersih menjadikan gereja ini tempat yang cocok untuk refleksi diri dan wisata rohani.
Waktu Terbaik Berkunjung
Waktu terbaik untuk mengunjungi Gereja Santo Fransiskus Asisi Berastagi adalah pada pagi atau sore hari. Pada waktu tersebut, cahaya matahari membuat bangunan gereja terlihat semakin indah, sekaligus memberikan suasana yang lebih sejuk dan nyaman.
Jika ingin mengikuti misa, sebaiknya datang sesuai jadwal ibadah yang telah ditentukan oleh pihak gereja.
Penutup
Gereja Santo Fransiskus Asisi Berastagi bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang menawarkan keindahan arsitektur, nilai sejarah, dan pesan toleransi. Keunikan bangunannya menjadikan gereja ini salah satu landmark paling dikenal di Berastagi dan Tanah Karo.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Berastagi, menyempatkan diri singgah ke gereja ini akan memberikan pengalaman yang berbeda, tenang, dan penuh makna.





