Kategori: Olahraga

  • Muaythai Jatim Siap Hadapi PON Bela Diri Sukut 2026, Targetkan Juara Umum

    Surabaya, Wartatranspatansi.com – Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur memastikan kesiapan penuh menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026. Ketua Pengprov MI Jatim, Baso Juherman, menyebut para atlet telah menjalani persiapan panjang melalui pemusatan latihan (training camp/TC) sejak September 2025.

    “Muaythai Jawa Timur sudah sangat siap untuk menghadapi PON Bela Diri. Kami sudah melakukan TC sejak September tahun lalu,” ujar Baso Juherman.

    Ia menjelaskan, pihaknya juga telah menerima surat resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terkait penetapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Dalam surat tersebut, pelaksanaan PON Bela Diri yang semula direncanakan pada Juni 2026 mengalami perubahan jadwal menjadi awal Oktober 2026.

    Menurut Baso, perubahan jadwal tersebut tidak menjadi kendala berarti bagi kontingen Jawa Timur. Justru, tambahan waktu persiapan dinilai dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas latihan atlet.

    “Kalau dibilang menguntungkan juga tidak, karena kami sebenarnya sudah siap. Tapi dengan waktu yang lebih panjang, anak-anak bisa berlatih lebih keras dan persiapan menjadi lebih matang,” katanya.

    Meski demikian, Baso mengungkapkan adanya perubahan nomor pertandingan dibandingkan PON Aceh-Sumatera Utara. Beberapa nomor seperti Muay Boran putra-putri serta Muay Robic putra-putri dipastikan tidak dipertandingkan dalam PON Bela Diri 2026.

    “Kami tetap berkomunikasi dengan PB Muaythai agar nomor-nomor tersebut bisa diusulkan kembali oleh tuan rumah. Harapannya tetap bisa dipertandingkan karena atlet sudah berlatih sejak lama,” ujarnya.

    Menghadapi kondisi tersebut, Pengprov MI Jatim tetap optimistis dapat menurunkan atlet di seluruh nomor yang dipertandingkan dan menargetkan gelar juara umum pada ajang nasional tersebut.

    Sebagai bagian dari persiapan, para atlet juga akan menjalani uji tanding melalui kompetisi internal. Salah satunya melalui Liga Muaythai Jawa Timur yang menjadi ajang evaluasi kemampuan atlet.

    “Liga 1 sudah dilaksanakan, dan Liga 2 akan digelar pada 24–25 April 2026 di Surabaya. Atlet-atlet yang menjalani TC akan ikut untuk uji tanding,” jelas Baso.

    Ia menambahkan, pihaknya juga mendorong panitia untuk membuka kategori bagi atlet senior yang akan berlaga di PON Bela Diri. Langkah ini diharapkan dapat menarik partisipasi dari provinsi lain sehingga tercipta pertandingan yang kompetitif.

    “Kami ingin Liga 2 ini juga menjadi ajang uji tanding terbuka, sehingga provinsi lain bisa datang ke Surabaya dan bertanding dengan atlet Jawa Timur,” pungkasnya. (*)

  • Pordi Jatim Dapat Restu KONI, Turnamen Domino Nasional Segera Digelar di Surabaya

    Surabaya, Wartatransparansi.com – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Jawa Timur akan menggelar turnamen domino berskala nasional pada 18–19 April 2026 di Grand City Convention Hall lantai 3, Surabaya. Ajang ini ditargetkan diikuti sekitar 500 pasangan atau setara 1.000 peserta dari seluruh Indonesia.

    Ketua Pengprov PORDI Jawa Timur, M. Alyas, mengatakan turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian event nasional yang dijadwalkan oleh Pengurus Besar PORDI. Surabaya menjadi kota pertama dari total delapan kota yang akan menjadi tuan rumah dalam format seri di berbagai ibu kota provinsi.

    “InsyaAllah kegiatan ini akan diikuti oleh pengurus provinsi dan pengurus daerah PORDI se-Indonesia. Target kami sekitar 500 pasangan atau 1.000 peserta,” ujar Alyas.

    Ia menjelaskan, turnamen domino nasional ini sepenuhnya didukung oleh sponsor utama Higgs Games Island (HGI), termasuk dalam penyediaan hadiah. Total hadiah yang diperebutkan dalam kompetisi tersebut mencapai Rp200 juta.

    “Seluruh pembiayaan, termasuk hadiah, disponsori oleh HGI. Ini juga bagian dari komitmen kami, karena secara syariah biaya pendaftaran tidak digunakan untuk hadiah, melainkan hanya untuk mendukung operasional pelaksanaan,” jelasnya.

    Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga dikemas dalam konsep sport tourism. PORDI Jawa Timur menyiapkan paket wisata bagi peserta dari luar daerah, termasuk kunjungan ke sejumlah destinasi unggulan di Jawa Timur seperti Gunung Bromo.

    “Kami ingin memberikan pengalaman lebih. Jadi selain bertanding, peserta juga bisa menikmati wisata, salah satunya ke Bromo. Ini bentuk dukungan kami terhadap sektor pariwisata,” tambahnya.

    Pihak panitia juga menyiapkan fasilitas pendukung bagi peserta luar daerah, termasuk informasi akomodasi di sekitar lokasi acara. Peserta dapat menghubungi panitia untuk mendapatkan rekomendasi penginapan selama mengikuti turnamen.

    Melalui kegiatan ini, PORDI Jawa Timur berharap dapat mendorong perkembangan olahraga domino di tingkat nasional sekaligus berkontribusi terhadap program pemerintah dalam pengembangan sport tourism.

    Alyas pun mengimbau seluruh atlet domino di Indonesia untuk turut berpartisipasi dalam turnamen tersebut. “Kami mengajak seluruh atlet domino dari berbagai daerah untuk ikut serta dan meramaikan turnamen ini,” pungkasnya.

  • Hariono Tertantang Jawab Kepercayaan Manajemen Masuk Tim Kepelatihan

    SIDOARJO, Wartatransparansi.com – Manajemen Deltras FC menaruh kepercayaan kepada Hariono masuk tim kepelatihan Deltras senior. Usai hijrahnya Widodo C Putro dari tim Deltras dan digantikan sementara oleh Nurul Huda sebagai karataker. Hariono pun masuk menjadi asisten pelatih.

    Pria asli Sukodono ini memang musim ini mengalami cedera yang cukup parah. Mantan penggawa Timnas ini dibekap cedera ligamen pada lutut kanannya kala Deltras FC melawan Persipura pada Sabtu (11/10/2025) lalu di Gelora Delta Sidoarjo, saat putaran pertama Pegadaian Championship musim ini.

    Dia pun sampai meja operasi. Pemain kawakan itu akhirnya menjalani operasi dan menepi. Kini manajemen akhirnya memberikan keputusan kepada pemain yang menjadi idola Deltras musim 2007 silam itu di jajaran kepelatihan.

    “Tentunya saya sangat bersyukur alhamdulilah terima kasih kepada manajemen sudah diberi kesempatan dan kepercayaan menjadi asisten pelatih di sisa laga Deltras ini,” ungkapnya.

    Gelandang pengangkut air yang kembali bergabung Deltras musim lalu ini juga mengaku tertantang akan kepercayaan manajemen.

    “Ini merupakan pengalaman perdana saya dan tugas baru di staff kepelatihan. Saya akan belajar dan berusaha yang terbaik untuk Deltras kedepan,” bebernya. (*)

  • IMI Kota Surabaya Agendakan “Sunmori Silaturide” Sebagai Ajang Sosialisasi Program dan Sharing

    Surabaya, WartaTransparansi.com – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya terus menggencarkan sosialisasi kepada komunitas otomotif di Kota Pahlawan. Salah satu agenda terdekat yang disiapkan adalah kegiatan Sunday Morning Ride (Sunmori) dengan tagline “Silaturide”, yang mengusung semangat silaturahmi di momen Lebaran.

    Ketua Komisi Mobilitas Wisata dan Sosial IMI Kota Surabaya, Andi Syafri, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan IMI kepada komunitas motor di Surabaya yang selama ini belum banyak mengenal organisasi tersebut.

    “Dalam waktu dekat kita akan menggelar Sunmori dengan konsep silaturahmi antar komunitas motor. Momen ini masih dalam suasana Lebaran, jadi kita ingin mengajak mereka berkumpul dalam satu kegiatan yang positif,” ujar Andi, Selasa (6/4/2026) malam.

    Menurutnya, kegiatan Sunmori tidak sekadar riding bersama, tetapi juga akan diisi dengan sesi sosialisasi terkait program dan peran IMI Kota Surabaya sebagai wadah resmi bagi pelaku otomotif.

    “Targetnya kita ingin sharing dengan teman-teman komunitas, memperkenalkan IMI Kota Surabaya, sekaligus menyampaikan agenda-agenda yang akan kita jalankan ke depan,” jelasnya.

    Dalam kegiatan tersebut, IMI juga akan menghadirkan sesi talk show yang menghadirkan Ketua IMI Kota Surabaya, Samsurin, sebagai narasumber utama. Selain itu, acara akan ditutup dengan kegiatan ramah tamah dan dokumentasi bersama antar komunitas.

    Andi menambahkan, rangkaian kegiatan ini tidak berhenti pada Sunmori saja. IMI Kota Surabaya telah menyiapkan agenda berkelanjutan untuk meningkatkan keterlibatan komunitas otomotif, termasuk night ride yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026.

    “Di bulan berikutnya kita akan adakan night ride, dengan konsep talk show bersama para mantan pembalap legendaris Surabaya. Mereka akan berbagi pengalaman dan cerita perjalanan karier di dunia balap,” katanya.

    Kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik minat generasi muda, khususnya Gen Z, untuk lebih mengenal dunia otomotif secara positif dan profesional.

    Tidak hanya itu, IMI Kota Surabaya juga merencanakan berbagai event lanjutan seperti slalom, fun rally, safety riding, hingga kontes modifikasi yang akan digelar dalam beberapa bulan ke depan.

    “Banyak yang bisa kita eksplorasi bersama komunitas. Kita ingin memberi warna baru bagi dunia otomotif di Surabaya agar lebih hidup dan terarah,” tambah Andi.

    Melalui berbagai agenda ini, IMI Kota Surabaya berharap dapat menjadi wadah kolaboratif bagi komunitas motor dan pelaku otomotif, sekaligus mendorong terciptanya kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

    “Harapannya, IMI bisa menjadi tempat berkumpul, berkolaborasi, dan menciptakan sesuatu yang positif bagi perkembangan otomotif di Surabaya,” pungkasnya. (*)

  • Gol Dianulir, Penalti Gagal! Persik Kediri Harus Puas Ditahan Persijap di Brawijaya

    KEDIRI, WartaTransparansi.com – Ambisi Persik Kediri untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri harus kandas setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Persijap Jepara dalam lanjutan Super League 2025/2026, Senin (6/4) sore. Bermain di bawah dukungan penuh suporter di Stadion Brawijaya, tim berjuluk Macan Putih ini harus puas berbagi angka 0-0 meski sepanjang laga tampil menekan dan mendominasi jalannya pertandingan.

    Mengawali peluit pertama dengan tempo tinggi, Persik langsung mengambil inisiatif serangan dan mengurung pertahanan Laskar Kalinyamat. Gemuruh stadion sempat pecah pada menit ke-28 saat Jose Enrique berhasil menggetarkan jala lawan. Namun, kegembiraan itu hanya sekejap; wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) menunjukkan posisi sang pemain telah terjebak offside.

    Memasuki babak kedua, dominasi tuan rumah semakin menjadi-jadi. Puncak drama terjadi pada menit ke-60 ketika wasit menunjuk titik putih untuk Persik Kediri. Sial bagi tuan rumah, Jose Enrique yang maju sebagai algojo gagal menunaikan tugasnya setelah tendangan penaltinya mampu ditepis dengan gemilang oleh kiper Persijap. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor kacamata tetap bertahan, meninggalkan rasa hambar bagi publik Kediri.

    Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil akhir yang dianggap tidak mencerminkan statistik di lapangan. Baginya, skuat Macan Putih tampil jauh lebih baik dan menciptakan peluang yang seharusnya berbuah kemenangan.

    “Kami merasa pantas mendapatkan three poin. Ada satu gol dianulir dan penalti yang gagal. Ini soal keberuntungan, dan hari ini bukan milik kami,” ujar Marcos.

    Meski gagal mengamankan poin sempurna, juru taktik asal Spanyol itu tetap memberikan kredit positif bagi barisan pertahanannya yang mampu menjaga kesucian gawang dari serangan balik lawan. Marcos menilai anak asuhnya tetap menunjukkan mentalitas petarung meski tidak dalam komposisi terbaik.

    “Saya senang dengan permainan tim. Meski ada banyak kesalahan dan beberapa pemain absen, kami tetap tampil bagus dan menghadapi tim kuat dengan baik,” tambahnya.

    Badai cedera memang tengah menghantam kamp Persik Kediri, termasuk absennya pilar utama seperti Ezra Walian. Namun, Marcos enggan menjadikan hal tersebut sebagai alasan tunggal kegagalan timnya meraih kemenangan. Ia justru melihat situasi ini sebagai panggung bagi para pemain pelapis untuk membuktikan kapasitas mereka di level tertinggi.

    “Ada banyak pemain yang tidak bisa tampil, tapi ini juga peluang bagi pemain lain. Mereka bisa tampil dan menunjukkan kualitasnya,” tegas Marcos.

    Hasil imbang ini memaksa Persik Kediri hanya menambah satu poin di klasemen sementara. Meski dominan secara permainan, faktor keberuntungan tampaknya belum berpihak pada Macan Putih dalam laga krusial kali ini. Evaluasi di sektor penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah besar bagi Marcos Reina Torres sebelum menatap laga selanjutnya.(*)

  • Tumbangkan Para Legenda Futsal, Dhaha FC Segel Takhta Juara Mini Soccer Kediri Raya

    KEDIRI WartaTransparansi.com – Kesebelasan Dhaha FC sukses menahbiskan diri sebagai raja baru dalam kancah sepak bola mini Kediri Raya. Tim kuda hitam ini resmi menyegel takhta juara Championship IMS CUP Series #1 setelah menjinakkan perlawanan sengit RS Gambiran dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga final yang digelaran di lapangan Inzia Mini Soccer, Paron, Ngasem, Minggu 5 April 2026 malam.

    Kemenangan ini terasa spesial lantaran Dhaha FC harus meladeni skuat RS Gambiran yang dihuni deretan eks penggawa futsal legendaris Kediri. Meski sempat bermain imbang 0-0 di babak pertama, Dhaha FC tampil menggila di paruh kedua. Gol pemecah kebuntuan lahir dari kaki Ronny di menit ke-20 memanfaatkan umpan Iwan, sebelum akhirnya Dhani mengunci kemenangan lewat sepakan keras pada menit ke-25.

    Perjalanan Dhaha FC menuju podium tertinggi merupakan jalan terjal. Sejak fase 32 besar, mereka harus berjibaku menumbangkan tim-tim kuat mulai dari Dakocan, Dinarta di babak 16 besar, Peta FC di perempat final, hingga Jayati di semifinal.

    “Dhaha FC bermain sangat luar biasa dari awal hingga final. Lawan mereka di final (Gambiran) bukan tim sembarangan karena diisi pemain-pemain yang pernah merajai Futsal Kediri, tapi Dhaha FC membuktikan kualitas mereka,” ujar Ketua Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kota Kediri, Rudi Santoso, Senin 6 April 2026.

    Rudi, sapaan akrabnya, menilai gelar ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan kemenangan mentalitas.

    “Teman-teman telah menunjukkan perjuangan luar biasa. Meski menghadapi teror mental dan tensi pertandingan yang sangat tinggi, mereka tetap mampu menjaga fokus hingga berhasil menyabet gelar juara,” tambahnya.

    Pemain RS Gambiran dan Dhaha FC memasuki lapangan pada final IMS Cup Series #1 di Inzia Mini Soccer Kediri sebelum laga yang dimenangkan Dhaha FC 2-0.
    Pemain RS Gambiran dan Dhaha FC berjalan memasuki lapangan saat final Championship IMS Cup Series #1 di Inzia Mini Soccer, Ngasem, Kediri, Minggu (5/4) malam. (Foto: istimewa).

    Antusiasme tinggi menyelimuti turnamen yang diikuti 32 tim selama tiga hari ini. Anggota KSMI Kota Kediri dari Badan Liga, Coach Fahmi, menegaskan ajang ini menjadi benchmark baru bagi perkembangan mini soccer lokal.

    “Kami melihat antusiasme yang sangat luar biasa dari para peserta. Setiap tim benar-benar menyiapkan pemain-pemain berkualitas untuk bersaing di sini,” ujar Coach Fahmi pasca-turnamen.

    Ia berharap tim yang sudah terbentuk tidak bubar dan terus mengasah diri untuk kompetisi yang lebih profesional.

    “Mudah-mudahan kerangka tim yang sudah terbentuk ini menjadi contoh dan tolok ukur bagi perkembangan mini soccer kita. Harapan besar kami, event seperti ini akan terus terlaksana secara rutin di Kota Kediri, mengingat respon yang sangat positif baik dari pemain maupun masyarakat,” tegas sosok di Komisi Liga tersebut.

    Senada dengan itu, kapten tim Dhaha FC, Wahyu Danang menutup dengan optimisme tinggi bahwa kesuksesan seri pertama ini akan disusul dengan format kompetisi yang lebih matang.

    “Kemenangan ini adalah pemantik. Kami berharap turnamen seperti ini terus berkelanjutan agar para pegiat bola dan klub-klub lokal memiliki wadah untuk menyalurkan kemampuan terbaik mereka di Kediri,” pungkasnya.(*)

  • Samator Masih Tanpa Kemenangan di Final Four Proliga 2026 Surabaya

    Surabaya, WartaTransparansi.com – Surabaya Samator belum mampu meraih kemenangan pada putaran pertama babak Final Four Proliga 2026 yang digelar di Surabaya. Wakil Kota Pahlawan itu kembali menelan kekalahan, kali ini dari Jakarta Lavani Livin Transmedia dengan skor 1-3 (25-23, 15-25, 16-25, 13-25) pada Minggu (5/4/2026) petang di JP Arena.

    Samator sejatinya tampil menjanjikan pada set pertama. Tim asuhan Rodolfo Luis Sanchez mampu menekan permainan lawan dan mengunci kemenangan tipis 25-23. Namun, performa tersebut tidak berlanjut di set-set berikutnya.

    Memasuki set kedua, Lavani bangkit dan langsung mendominasi jalannya pertandingan. Permainan solid yang diperagakan Dio Zulfikri dan rekan-rekannya membuat Samator kesulitan mengembangkan permainan. Lavani pun merebut set kedua dengan skor 25-15.

    Dominasi Lavani berlanjut di set ketiga. Serangan demi serangan yang efektif membuat Samator kembali tak berdaya hingga set ditutup dengan skor 25-16. Pada set keempat, Lavani tampil semakin tak terbendung dan memastikan kemenangan lewat skor meyakinkan 25-13.

    Manajer tim Samator, Hadi Sampurno, menyebut laga ini memiliki pola serupa dengan pertandingan sebelumnya. “Pertandingan hari ini mirip dengan laga melawan Bhayangkara Presisi. Ada momen kami tampil percaya diri sehingga bisa mengambil set pertama,” ujarnya.

    Hasil ini membuat Samator belum mengoleksi kemenangan di Final Four Proliga 2026. Sebelumnya, mereka juga kalah dari Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 0-3 (24-26, 16-25, 16-25).

    Menurut Hadi, faktor pengalaman menjadi tantangan utama timnya. “Kami harus mengakui soal jam terbang. Sekitar 80 persen pemain kami masih muda, sehingga perlu percepatan dalam membangun kematangan tim,” jelasnya.

    Meski sudah menelan dua kekalahan, Samator masih menyisakan tiga pertandingan di babak Final Four. Namun, langkah mereka dipastikan tidak mudah setelah salah satu pemain andalan, Rama Fazza Fauzan, mengalami cedera dan diperkirakan absen selama satu bulan.

    “Ada kecenderungan permainan menjadi terpusat pada Rama. Saat ia tidak bermain, justru pemain lain mulai menunjukkan kontribusi yang lebih merata,” tambah Hadi.

    Sementara itu, asisten pelatih Lavani, Erwin Rusni, tetap menyoroti sejumlah hal yang perlu dibenahi meski timnya meraih kemenangan. “Pada set pertama kami belum maksimal di semua lini. Setelah itu, kami bisa memperbaiki permainan dan tampil lebih baik,” pungkasnya. (*)

  • Persebaya Menang Tipis 1-0 atas Persita di GBT

    Persebaya Surabaya berhasil mengamankan tiga poin saat menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (4/4/2026) malam. Bajul Ijo menang tipis 1-0 lewat gol tunggal Francisco Rivera pada menit ke-61.

    Kemenangan ini mengantarkan Persebaya naik ke peringkat kelima klasemen sementara Super League 2025/2026, menggeser posisi Persita.

    Sejak menit awal, pertandingan berlangsung ketat. Persebaya yang bermain di hadapan pendukung sendiri mencoba mengambil inisiatif serangan, namun solidnya pertahanan Persita membuat peluang tuan rumah sulit dikonversi menjadi gol.

    Di sisi lain, Persita beberapa kali melancarkan serangan cepat yang cukup merepotkan lini belakang Persebaya. Meski demikian, penyelesaian akhir tim tamu belum maksimal.

    Hingga babak pertama usai, kedua tim masih bermain imbang tanpa gol.

    Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat dengan jual beli serangan. Persebaya akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-61 melalui gol Francisco Rivera yang memanfaatkan peluang di area pertahanan Persita.

    Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta hingga laga berakhir dan memastikan kemenangan penting bagi tim asuhan Bernardo Tavares.

    Usai pertandingan, Tavares mengapresiasi dukungan suporter yang tetap hadir memberikan semangat.

    “Terima kasih kepada Bonek Bonita yang tetap mendukung kami setelah kekalahan sebelumnya. Dukungan ini sangat penting bagi tim,” ujarnya.

    Ia menilai Persebaya tampil lebih dominan, terutama dalam jumlah peluang yang diciptakan.

    “Kami memiliki lebih banyak percobaan ke gawang dibandingkan lawan,” katanya.

    Meski menang, Tavares tetap menyoroti evaluasi, khususnya dalam menjaga penguasaan bola di menit-menit akhir.

    “Kami seharusnya bisa lebih baik dalam mengontrol permainan. Beberapa kali kehilangan bola hampir membuat lawan mencetak gol,” tambahnya.

    Ia juga mengapresiasi kerja keras pemain yang tetap tampil maksimal meski tidak semuanya dalam kondisi terbaik.

    “Kami memiliki beberapa pemain yang tidak 100 persen, namun mereka tetap menunjukkan pengorbanan dan keberanian,” ujarnya.

    Tavares menegaskan kemenangan ini penting karena diraih atas tim kuat. Ia pun meminta tim segera fokus pada pemulihan dan persiapan laga berikutnya.

    “Kami harus segera pulih dan bersiap untuk pertandingan selanjutnya yang pasti tidak mudah,” pungkasnya. (*)

  • 431 Atlet Woodball Jatim Berebut Takhta di Kejurprov I di Tulungagung

    Tulungagung, WartaTransparansi.com – Kabupaten Tulungagung resmi menjadi pusat perhatian olahraga Jawa Timur pekan ini. Perhelatan prestisius Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) I Woodball Jawa Timur 2026 resmi dibuka di hamparan hijau Lapangan Pojok Raya, Jumat (3/4/2026).

    Ajang perdana ini menjadi tonggak sejarah penting dalam peta jalan pembinaan atlet woodball di Tanah Air.

    Kompetisi yang berlangsung pada 3-5 April 2026 ini bukan sekadar turnamen biasa. Sebanyak 431 atlet terbaik yang mewakili 23 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur turun gelanggang. Mereka akan beradu akurasi dan ketenangan mental dalam dua nomor bergengsi: Stroke dan Fairway.

    Kemeriahan pembukaan semakin terasa eksklusif dengan kehadiran jajaran tokoh penting. Ketua Pengprov IWbA Jatim, Moh. Ali Kuncoro, hadir langsung mendampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Jatim, Dr. M. Hadi Wawan Guntoro. Turut hadir memberikan dukungan moral, perwakilan KONI Jatim Akmal Budianto, Ketua Perwosi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak, serta jajaran Forkopimda Tulungagung.

    Ketua Pengprov IWbA Jatim, Moh. Ali Kuncoro, menegaskan bahwa pemilihan Tulungagung sebagai tuan rumah perdana didasari oleh kesiapan infrastruktur dan antusiasme luar biasa dari pemerintah daerah.

    “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Tulungagung. Sinergi ini adalah fondasi utama bagi kemajuan Woodball. Kejurprov I ini bukan sekadar seremoni, melainkan kawah candradimuka untuk menjaring bibit unggul yang diproyeksikan mengharumkan nama Jawa Timur di kancah nasional maupun internasional,” ujar Ali Kuncoro dalam sambutannya.

    Ia juga menitipkan pesan sakral bagi ratusan atlet yang bertanding. Menurutnya, olahraga asal Taiwan ini mengedepankan filosofi kejujuran dan kendali diri.

    “Selamat bertanding bagi duta-duta dari 23 daerah. Tunjukkan kemampuan teknis terbaik kalian, namun yang paling utama, jagalah marwah olahraga ini dengan menjunjung tinggi sportivitas. Kemenangan sejati ada pada kehormatan di setiap ayunan mallet di lapangan,” tegasnya.

    Senada dengan itu, kehadiran Arumi Bachsin dan jajaran Forkopimda memberikan sinyal kuat bahwa Woodball kini bukan lagi olahraga rekreasi semata, melainkan cabang olahraga prestasi yang mulai memasyarakat secara masif di Jawa Timur.

    Selama tiga hari ke depan, Lapangan Pojok Raya akan menjadi saksi lahirnya juara-juara baru yang siap membawa tongkat estafet prestasi woodball Jatim ke level yang lebih tinggi. (*)

  • Lawan Persela Minggu Besok, Ajang Pembuktian Pelatih Deltras Nurul Huda

    Sidoarjo, WartaTransparansi com – Memasuki laga penentuan di penghujung Pegadaian Liga 2 Championship 2025–2026, Deltras FC optimistis memberikan penampilan terbaiknya dengan mengincar kemenangan saat menghadapi Persela Lamongan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (5/4/2026).

    Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pelatih caretaker Nurul Huda setelah dipercaya menakhodai tim berjuluk The Lobster tersebut. Ia menekankan pentingnya pembenahan mental bertanding kepada para pemain, terutama dalam situasi krusial seperti laga penentuan.

    “Deltras dalam beberapa laga terakhir belum meraih kemenangan. Untuk mengubah itu, kita harus menang melawan Persela. Anak-anak harus memiliki mental kuat, salah satunya dengan tidak saling menyalahkan di lapangan,” ujarnya.

    Talenta daerah yang dipercaya manajemen Deltras FC ini juga menegaskan bahwa seluruh elemen tim harus memiliki satu tujuan yang sama, yakni meraih kemenangan demi menjaga peluang di kompetisi.

    Didampingi asisten pelatih Hariono, mantan jebolan Primavera tersebut terus melakukan koordinasi dan membuka ruang diskusi guna memaksimalkan performa tim. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan strategi yang lebih solid, baik dalam bertahan maupun menyerang.

    Selain pembenahan mental, Nurul Huda juga fokus pada peningkatan disiplin permainan dan efektivitas penyelesaian akhir, yang menjadi pekerjaan rumah tim dalam beberapa pertandingan terakhir.

    Dengan dukungan penuh suporter di kandang sendiri, Deltras FC berharap dapat memanfaatkan momentum untuk bangkit dan menutup kompetisi dengan hasil positif. Laga kontra Persela Lamongan diprediksi berlangsung ketat, mengingat kedua tim sama-sama memiliki ambisi besar di fase akhir musim. (*)